Tuesday, June 22, 2010

'geje' timer countdown #7

Mengawali hari pertama challenge... dan hasilnya failed. Hihi hari ini ak tidur kurang lebih enam jam, molor dua jam. Huaa.. iya sih akhir-akhir ini tubuh lagi nggak bersahabat seperti waktu 'kalong' dulu. Buku-buku itu masih pada tempatnya, lembaran-lembaran kertas itu masih berdebu, begitupula laptop jadulku ini, meski sering kupakai.. debunya woow (tak patut ditiru hehe). Tapi nggak boleh menyerah.. tetep semangat!! Siip.. esok adalah 'geje' #2, harus lebih bermanfaat... *cring*

Monday, June 21, 2010

Lelah... vs 'geje' timer

Kata yang terbesit olehku saat mendengar kata lelah adalah 'waktu'. Entah kenapa, sulit bagiku untuk bersahabat dengan hal itu. Sempat berpikir pula.. apakah aku terlambat untuk serius belajar saat ini, dengan usia yang bisa dibilang yaa yaya. Kalau dipikir-pikir, dulu itu serius nggak sich?? kok baru terasa sekarang. Ada yang bilang, buat apa sekarang belajar terus.. udah cukup kali sebagian waktu kita untuk sekolah, bolak-balik buku etc etc, end sekarang saatnya untuk memikirkan masa depan yang itutuh.. (apalagi wanita ->haha aneh juga nyebutin kata ini, cewek lebih tepatnya). Ta..tapi... apa salah punya pemikiran berbeda? ada perasaan yang kurang, aku masih ingin terus belajar meski nggak karu-karuan jalan yang kutempuh untuk mendapatkan itu, alias 'geje'. Sampai akhirnya komunitas geje terbentuk, beranggotakan aku dan saya hihi. Kadang terasa lelah juga sih mempertahankan ini, karena ternyata sulit sekali bersahabat dengan si waktu, buku seabrek-abrekpun banyak yang belum terjamah, kertas-kertas geje (nggak jelas) berhamburan.. Memangnya mau jadi apa sich??? Dan akupun teringat celengan kaleng nan mungil yang bertuliskan sesuatu yang amat rahasia ssst... mengingatkanku pada itu. Huaa.. ayo ayo empat jam sehari, empat jam sehari, seringkali hal itu terngiang di kepalaku bahwa cukuplah tidur empat jam sehari... bisa bisa bisa zzzzzz... ternyata sulit. Hiks.. kalaupun dipaksa begadang juga entar-entarnya ada hari untuk balas dendammm.
I'm so tired...
But but but...
Ndak boleh, ndak boleh.. cukup!!
Kenapa nggak dipraktekan saja dari sekarang (hihihi.. anggap misi kecil ini sebagai latihan). Ke-geje-an harus kehilangan -ge-nya. Hmmm... tantangan tidur empat jam sehari selama seminggu siap dimulai XD XD.
Tetap cheerful & semangat syaratnya ^_^ *cring*

Saturday, June 19, 2010

Cewek atau Cowok ?

Kejadian x:
Grrrrrrrrr... hujannya sudah selesai tapi masih gelap gulita, dengan helm hitam dan jas hujan (baju-celana) aku mendatangi kios pulsa. Kaca helm kubuka sedikit dan terdengar suara... "Pulsa apa mas?". Akupun tolah toleh, huaaa aku disitu sendirian, berarti... "Hik hik aku cewek mas" sahutku. Dengan sigap si pemilik kiospun menoleh dan tertawa malu, "Eh eh sorry nggak kelihatan" (sambil mesem makan asem).
Kejadian xx:
"Berapa?" tanyaku sambil mengambil uang receh dari kantong celana.
"500 mas," jawab si tukang fotokopian.
Akupun menengadah dan memperhatikan wajah orang itu, suaraku.. jelas-jelas cewek (hiks).
Akupun nyengir kuda sambil memberikan uang itu, "hehe..."
"Haha maaf maaf," kata si empunya. Yeah.
Kejadian xxx:
"Eh bagus nggak? bagus nggak?" tanyaku sambil mengenakan baju baru.
"Hahaha.. kayak bencong.." Tuing..tuing.
Khuhuhuhu...
Kejadian xxxx:
At salon... Kebetulan rambutnya rada nanggung, keluar masuk nggak karuan.
"Mau dipotong kayak apa?"
"Ehm.. dirapihin sama agak dipendekin dikit," jawabku.
"Ehmm.. segini ya, jangan pendek-pendek, ntar tambah kayak laki," sarannya.
Hyaa..

Hiks.. kalo dipikir-pikir perasaan bajuku biasa-biasa aja dan terlihat biasa kayak orang lain pada umumnya, kaos, celana... Hmmm bingung juga, aku sih gak nganggep ato biar kelihatan tomboy dan sebagainya.. Aku tidak sekuat laki-laki dan sebaliknya aku juga tidak selemah perempuan (karena terkadang kadar kelemahan/kekuatan tidak bisa dilihat dari fisik luar saja, melainkan dari perjalanan dan pemikiran akan makna hidup). Aku ya aku, apa yang nyaman kupakai itu yang kupakai, berusaha memperbaiki diri sih tapi nggak mau terlihat seperti orang lain (rasanya capek kalo harus pura-pura). Jadi kupikir.. pendapat orang lain sah-sah aja dan kuanggap sebagai guyonan he he..
Alm. ibuku juga sempat berkomentar bahwa sesekali gantilah penampilan, meski sering tidak kugubris (menyesal?). Tapi ada perkataan yang pernah beliau lontarkan beberapa hari sebelum tiada, "makin lama kamu makin cantik...". Hiks kata-kata ini membuatku tidak harus menjadi seperti orang lain, tetaplah percaya bahwa kamu cantik (yang tak harus diperlihatkan secara fisik), berusaha berpikir positif, dan berusaha untuk meraih cita-cita agar selalu bahagia. Dan apapun cobaan yang menghadang, tersenyumlah... (dalam hati juga boleh). Lalu.. tariklah napas dalam-dalam.... *cring*

Saturday, June 12, 2010

Bom Waktu!

Tik tik tik, aku mendengarnya
Tapi dimana?
Lalu kupandang sekeliling, kosong dan dingin
Badanku menggigil, bukan karena takut, melainkan...
Ya, "melainkan..."
Sebuah kata yang aneh untuk menggambarkan sesuatu
Sesuatu yang sedang mengeluarkan bunyi berdetik itu..
Sesuatu yang membuatku merasa lambat dan cepat secara bersamaan
Apakah aku terlalu lambat? ataukan suara-suara itu yang terlampau cepat?
Entah sudah berapa juta detik-detik itu terlewatkan saat mata terpejam sejenak

Suara-suara itu terdengar makin kencang saat mata ini tertutup..
Namun terdengar lirih saat mata ini terbuka
Apakah aku tak boleh tidur? bagaimana bila tertidur?
Kupandang lagi sekeliling, tetap terlihat kosong dan dingin
Rasa yang berbeda saat terlelap, hangat, nyaman..
Lalu, manakah yang mimpi dan bukan?
Yang pertama? kedua?

Pertama, suara detik terdengar lirih di tempat yang kosong dan dingin, detik itu tidak lambat,
namun hanya terdengar lirih, saking lirihnya.. kadang terasa cepat, kadang lambat, ambigu
Kedua, suara detik terdengar lantang di tempat yang hangat dan nyaman,
meskipun hangat.. namun berisik dan terdengar cepat

Kupilih pertama.
Meskipun lirih, aku akan berusaha mencari sumber suara itu dan meraihnya
Meskipun kosong, aku akan berusaha mengisinya hingga kurasa itu cukup
Meskipun dingin, aku akan berusaha membuatnya seimbang
Dan saat berpikir demikian, ternyata tidaklah mudah.. pilihan kedua selalu menggoda
Pada saat berpikir sejenak itulah...
Bom waktu telah aktif.

Friday, April 16, 2010

Biru.

Dia berbaju biru, biru pucat.. bak langit cerah tanpa awan
Dia.. seorang anak manusia, anak manusia yang telah lama hilang entah kemana

Biru... warna terakhir kisah hidup yang dia torehkan
Karena biru, karena biru... terakhir kali aku melihatnya hidup dalam hidup


Kini dia tak hidup dalam hidup
Jiwa ini bergetar saat ingin memanggilnya kembali dalam hidupnya
Hati ini berusaha meraihnya dalam doa, doa dalam jarak dan waktu

Rindu akan dirinya yang biru
biru yang bisa tersenyum, tertawa, berbagi cerita dalam suka dan duka

Berharap dia kembali hidup dalam hidup
Meski tak sempurna, meski tak biru
Setidaknya dia tahu... rasa, jiwa, hati
Air ini telah lama jatuh ke bumi... meresap dalam tanah
mengalir jauh... ke tempat dia berada
Lalu menguap.. dan terbawa oleh udara
Semoga ini menjadi doa yang dapat dia rasakan dalam setiap hembusan napas
Memacu detak jantungnya, mengalirkan darah ke otak, memacu saraf
perlahan..
dan saat ingatan biru itu kembali
dia memanggilku adik

Amien.

Wednesday, February 10, 2010

Edensor

Edensor

Summary by:zo_tiger05
Ini buku ketiga Andrea Hirata (Ikal) dari tetraloginya. Asyik dan menginspirasi banget! Disini banyak diceritakan mengenai pengalamannya kuliah di Sorbone, Perancis. Sebelum berhasil mendapatkan beasiswa itu, diceritakan bahwa dia sempat bekerja sebagai pegawai pos. Dia bertekad tetap untuk kuliah, hingga akhirnya kesempatan itu datang, dia berhasil lolos beserta Arai (saudara angkatnya: baca Sang Pemimpi). Ada pengalaman lucu dan menyedihkan saat baru pertama kali menginjakkan kakinya di luar negeri dan terlunta-lunta, hampir mati kedinginan. Dan... saat kuliah, lucu sekali penggambarannya tentang teman-temannya, ada semacam geng elit kumpulan negara-negara maju Vs negara berkembang... Dan Ikal masuk ke dalam kelompok kedua bersama Manoj dari India yang sering menggoyang-goyangkan kepalanya, Gonzalez dari Meksiko yang pintar main bola, dan seorang wanita (aku lupa namanya) yang pintar main catur (anaknya pemalu dan pendiam). Ada pula gadis Inggris Vs Amerika yang selalu beradu mulut alias perang. Lucunya kisah ini dimulai dari kenekadan Ikal dan Arai untuk menjadi backpacker berkeliling Eropa hingga Afrika. Akhirnya seluruh teman-temannya ikut andil dan taruhan bahwa siapa yang berhasil mengelilingi dan paling banyak negara yang dilewati, dialah pemenangnya. Ok, Ikal dan Arai satu tim. Hmm.. perjalanannya keren, untuk membiayai perjalanan mereka harus mengamen ala backpacker, mengalami berbagai peristiwa-peristiwa yang diluar dugaan. Mulai dari kerampokan, tidur di jalan, puasa (alias kelaparan, uang habis), nyasar, bertemu orang-orang baru yang tak disangka-sangka. Oiya, Ikal dan Arai mengamen dengan cara menjadi patung dan ikan duyung (menggunakan kostum hehe.. ). Pernah suatu kali mereka beradegan bak juliet dengan kostumnya di salah satu tempat wisata (rumah Shakespere menulis roman ini), bahwa dengan mengelus dada juliet maka cinta akan awet, alhasil mereka menjadi duyung yang meringis alias kesakitan karena ada yang iseng mencubit dadanya. Di negeri ini Ikal juga tak melewatkan kesempatan untuk mencari A Ling, karena diduga dia juga berada di luar negeri. Hehe.. pencarian yang unik dan lucu. Eh iya, mereka juga berhasil ke Afrika lho??

Edensor Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/biography/1932693-edensor/

Laskar Pelangi


Laskar Pelangi

Summary by:zo_tiger05
Kisah ini merupakan penggambaran peristiwa seorang anak Belitong, Ikal. Pertama-tama, mereka digambarkan terselamatkan (alias bisa sekolah) setelah terkumpul sepuluh anak di sebuah sekolah yang bisa dibilang memprihatinkan. Dengan gaya khas Andrea, dia menceritakan kebiasaan serta sifat teman-temannya. Ada yang tampan, namanya Tripani, yang tak pernah bisa lepas dari sang ibu (pada halaman-halaman berikutnya diceritakan bahwa dia sempat mengalami gangguan jiwa, dimana dia dan ibunya saling ketergantungan berat dan tak bisa dipisahkan hingga akhirnya masuk Rumah Sakit Jiwa untuk perawatan). Ada yang pintarnya bukan main, Einsteinnya sekolah rakyat pribumi miskin, Lintang, yang berhasil mengalahkan sekolah-sekolah elit saat lomba cerdas cermat, bahkan sempat membuat seorang DRS menelan pil pahit. Namun Lintang kurang beruntung, saat sang ayah meninggal, dia (sebagai anak tertua) serta merta harus bekerja menghidupi keluarga (alias putus sekolah). Adapula Mahar, dia amat eksentrik dan seniman sejati, pintar membuat lagu, sempat menjadi penanggung jawab tim karnaval hingga meraih kesuksesan. Dia juga sempat ingin menjadi paranormal dan berhubungan dengan ilmu klenik dan perdukunan. Disini diceritakan bahwa dia membuat semacam organisasi yang berhubungan dengan hal-hal gaib dan klenik "Societ de Limpai", nggak tanggung-tanggung anggotanya dari anak-anak hingga dewasa, dari pengangguran hingga karyawan bank. Selain mengdakan perkumpulan diam-diam, dia juga menggerakkan ekspedisi yang cukup mengerikan... Dan masih banyak lagi teman-temannya yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Oiya, Ikal juga sempat jatuh cinta dengan seorang gadis Tionghoa, bernama A Ling yang tiba-tiba harus pergi jauh dan membuat Ikal patah hati (Untuk kisah pencarian A Ling baca juga Edensor). Yang pasti bukunya keren abis dan bikin pengen ketemu langsung dengan Andrea Hirata + minta tanda tangan di buku-bukunya he..he.. (aku sudah pernah lho, dapet tanda tangannya pula ^_^)

Laskar Pelangi Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/biography/1932684-laskar-pelangi/

Tuesday, February 2, 2010

One Day In Your Life...

Anak itu, berlari kencang.. dengan beralaskan sandal jepit yang kebesaran. Rambutnya amat pendek hingga tak kuasa menutupi pipi tembemnya, dengan poni tipis didahi sebagai penghias semata. Dia... memandang sekeliling, ini dimana? Sejak kapan berada disini? Namun alam takkan mungkin menjawab pertanyaan itu. Diapun mulai memasukkan butiran-butiran pasir ke dalam sebuah kaleng susu bekas dan bersenandung.. layaknya bergumam. Tak ada orang disitu, sepi. "Aku baru datang, lakukan sesuatu untuk menghibur diri..."

Thursday, January 21, 2010

There is Nothing Wrong With You

There is nothing wrong with you

Summary by:zo_tiger05
Tidak ada yang salah dengan dirimu.. Hmm lalu apa? apa memang tak ada yang salah, kalau merasa baik-baik saja lebih baik jangan baca buku ini, tetapi kalau merasa terjebak dalam kehidupan dan kerap menyalahkan diri sendiri, mungkin buku ini setidaknya bisa menambah pengetahuan tentang hal ini. Sebenarnya buku ini memberikan kita pengetahuan bagaimana harus memandang dan menggambarkan diri kita, memandang sekeliling, masa lalu serta perubahan untuk kedepannya. Benci diri, seringkali kita aktualisasikan dalam kehidupan baik sadar maupun tidak. Dahulu maupun sekarang mungkin kita melakukannya dengan diri atau orang lain, menyalahkan diri sendiri, memaksakan pikiran dan tubuh untuk menjadi sesuatu. "Dasar bodoh!", "Seharusnya kamu tidak melakukannya", "Kalau aku mengulanginya maka akan terjadi...", "Gara-gara kamu jadi seperti ini..", "Awas jangan kesana, nanti kau tau akibatnya", "Kamu itu menyedihkan", "Kamu memang seperti itu makanya hal ini terjadi..", "Ah, aku melakukannya lagi". Sadar atau tidak, baik diri sendiri maupun orang lain melakukan itu, hingga terbentuklah konsep benci diri, padalah sebenarnya yang diinginkan adalah penerimaan diri. Semakin memaksakan, memandang hal itu memang wajar dilakukan maka terjadilah pemikiran itu, bahwa ada yang salah, sehingga tak ada kendali hidup, pikiran itu yang mengendalikan rasa ketakutan atau kebebasan kita yang berjalan dalam sebuah lingkaran. Lalu bagaimana aku menemukan diriku?

There is nothing wrong with you Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/self-improvement/1966678-wrong/

Wednesday, January 20, 2010

Andy's Corner


Andy's Corner

Summary by:zo_tiger05
Siapa yang tak kenal acara bertajuk Kick Andy, Metro TV. Andy F. Noya, sang pembawa acara, menceritakan segala keluh-kesahnya dalam membawakan beberapa tema kisah yang dibawanya. Dipadu dengan curahan hatinya di masa lalu, serta sikap dan pandangannya di masa sekarang. Kisah yang begitu beragam, mengenai orang-orang yang berjiwa besar dalam menghadapi dan menjalani hidup. Ikutilah kata hatimu, begitulah yang tersirat dalam buku ini. Curahan hati bung Andy begitu terasa dalam setiap untaian kata yang ditulisnya. Ada rasa benci, dendam, menangis... tersenyum, terharu... semua campur aduk jadi satu. Buku ini, kisah-kisah di dalamnya, menggerakkan hati para pembacanya, mulai dari kisah Sugeng si pembuat kaki palsu, kisah para penderita kanker, mayor alfredo, hingga laskar pelangi yang fenomenal, dan masih banyak lagi. Rasa marah, bahagia, membuat kita diajak berpikir kembali mengenai kehidupan, baik pribadi maupun orang-orang di sekitar kita. Dengan membaca buku ini, kita akan memperoleh semangat hidup kembali. Membacalah dengan hati.

Andy's Corner Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/biography/1966115-andy-corner/

Saturday, November 28, 2009

Berupaya Meraih Kesempurnaan

Berupaya Meraih Kesempurnaan

Summary by:zo_tiger05
Buku ini berisikan kisah singkat delapan orang luar biasa yang berhubungan dengan hadiah Nobel yang disertai ilustrasi bergambar, yakni: Alfred Bernhard Nobel (Swedia), Wilhelm Conrad Rontgen (Jerman), Marie Curie (Polandia), Ivan Petrovich Pavlov (Rusia), Albert Einstein (Jerman), Yan Chen Ning (Tiongkok), George Bernard Shaw (Inggris), dan Pearl Sydenstricker Buck (AS).

Sebut saja Nobel, terlahir dalam keluarga penemu, kehidupannya tak pernah lepas dari bahan peledak. Adalah nitrogliserin, cairan yang mudah sekali meledak saat terguncang, dengan bantuan kieselguhr, dia membuat cairan itu dalam keadan padat dan lebih aman. Namun terlepas dari itu, banyak nyawa telah tewas dalam riset, termasuk adik dan para asistennya. Rasa kecewanya timbul saat penemuannya sering disalahgunakan, terutama untuk perang. Diapun berwasiat atas kekayaannya sebagai penghargaan kepada mereka yang berjasa di bidang fisika, kimia, kedokteran/fisiologi, literatur dan perdamaian.

Rontgen, orang tak asing mendengar ini di bidang medis, namun siapa yang meyangka bahwa dia pernah dikeluarkan dari sekolah dan dicibir rekan sejawatnya bahwa ia hanya beruntung saja menemukan sinar-X. Hadiah Nobel bidang Fisika (1901) diraihnya, namun dia menolak hadiah serta gelar bangsawan yang ditawarkan atas penemuannya itu. Beliau meninggal dalam keadaan miskin.

Marie Curie, ilmuwan wanita peraih dua hadiah nobel, Fisika (1903) atas penemuan radioaktif bersama suami dan Henri Becquerel, dan Kimia (1911). Wanita ini adalah pejuang keras dalam meraih pendidikan dalam kemiskinan dan dia muncul di era dimana wanita dilarang mengenyam pendidikan terlalu serius.

Pavlov, pria pertama peraih nobel untuk fisiologi (1904). Ia begitu terampil menggunakan tangan kanan dan kirinya untuk membedah. Dalam melakukan riset terhadap anjing-anjing eksperimennya, dia rela mengurangi jatah makan dan hidup miskin.

Einstein, dulu dianggap sebagai anak yang kurang pandai, sering merenung, dan cepat bosan. Namun seseorang membangkitkan minatnya pada matematika, disinilah titik awalnya. Tahun 1922, Nobel fisika diraihnya.

Yan Chen Ning, orang Tionghoa pertama peraih Nobel bidang Fisika (1957). Sejak kecil dia amat terserap ilmu pengetahuan, berambisi untuk belajar di bawah bimbingan para ilmuwan besar Barat dan ambisi kuat dalam meraih Nobel.

Shaw, sastrawan dan penulis yang diibaratkan sebagai Shakespiere kedua. Dia lebih banyak belajar secara otodidak dan tidak suka pada sistem pendidikan yang terorganisir. Kegagalan demi kegagalan atas karyanya tak menyurutkan semangat. Ia menerima Nobel untuk Literatur dan menolak uang hadiah. Dia mengungkapkan perbedaan pandangan atas sosok Alfred Nobel dan ajang penghargaan tersebut.

Pearl S. Buck, membuka mata dunia terutama dunia Barat terhadap Tiongkok melalui buku dan novel karangannya. Karena kehidupan masa kecilnya dihabiskan disana, Pearl tidak menerima begitu saja pandangan negatif Barat terhadap negeri Tiongkok. Dia merah Nobel untuk Literatur di tahun 1938.
Berupaya Meraih Kesempurnaan Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/biography/1950277-berupaya-meraih-kesempurnaan/

Friday, November 27, 2009

Turing dan Komputer

Turing dan Komputer

Summary by:zo_tiger05

Alan Turing, atau mungkin lebih dikenal dengan Turing, merupakan sosok yang lekat dengan sejarah perkembangan komputer. Buku ini juga memaparkan sejarah singkat perkembangan komputer beserta tokoh-tokohnya, mulai dari alat bantu hitung yang terbilang sederhana, yakni abacus atau sempoa, hingga mesin-mesin mekanis beroda gigi dengan sistem kartu berlobang, dan perkembangan unsur logika yang didasarkan pada sistem biner, 0 dan 1. Turing, terlahir sebagai anak kelas menengah atas sebuah keluarga Inggris, namun perlakuan yang biasa dilakukan keluarga menengah atas dengan menitipkan sang anak atau mengirimnya ke sekolah asrama secara tidak langsung turut membentuk karakter Turing, dia mengalami kondisi sulit bersosialisasi dan terlihat gagap atau aneh dibanding yang lain. Dan karena kondisi ini, dia sempat kesulitan belajar, namun kemudahan yang diberikan keluarganya (yang leluhurnya notabene adalah ilmuwan) dalam memberikan berbagai fasilitas serta mengirimnya ke sekolah berbiaya tinggi membuat Turing sadar bahwa ia harus mempelajari sesuatu dan minat belajarnya tak lagi main-main. Perjalanan cintanya terbilang unik, dia menyukai teman sejenis, menjalin hubungan rahasia.. namun tak selalu berjalan mulus karena hal demikian masih dianggap tabu saat itu. Hingga akhirnya Turing tak ingin berpura-pura lagi, dia membiarkan cap homoseksual itu. Keambisiusan Turing tak lepas dari perkembangan ilmu matematika saat itu, terutama Godel. Mesin Turing, mungkin telah banyak yang mendengar sebutan ini, ini merupakan konsep atau sifat teoritis mesin yang diciptakannya agar suatu mesin mekanis dapat dibuat untuk mengikuti prosedur (aturan-aturan) tertentu dan mampu menghitung apapun (mengerjakan tugas sesuai dengan langkah yang ditetapkan). Lalu Turing berlanjut pada konsep ’mesin universal’ yang dapat dimasuki nomor kode untuk menjalankan prosedur pada mesin lainnya. Pemikiran Turing berdasarkan konsep yang sedang dikembangkannya menunjukkan suatu kontradiksi dan ketidaklengkapan matematika secara logis dan penemuannya ini dipublikasikan dalam karya, ”On Computable Numbers”. Mesin Turing inilah yang dikenal sebagai suatu prototip atau sebuah komputer teoritis. Dalam buku ini, kisah-kisahnya berlanjut mulai dari hubungan percintaannya, perkembangan karir pendidikannya yang cemerlang, hingga keberhasilannya memecahkan kode rahasia Jerman saat Perang Dunia II dengan mesin Colossus. Namun terkadang ketidakberuntungan muncul saat orang-orang disekitarnya menganggapnya tidak serius, melihat dari gaya penampilan serta pribadinya. Perjalanan Turing berlanjut saat dia ikut terlibat dalam proyek MADAM dan dia tak pernah lepas untuk mempublikasikan gagasan-gagasannya dalam sebuah karya tulis, diantaranya ”Computing Machinery and Intelligence”(1950). Namun awan kelabu mewarnai kehidupannya yang dianggap ’kelainan’ dan membuatnya tersiksa atas terapi hormon dan obatan-obatan. Turing menghibur diri dengan pekerjaan, namun terkadang kebuntuan dan kegagalan muncul. Turing.. yang dulu terkenal sering menjaga tubuhnya dengan lari lintas desa, kini tergantung dengan obat-obatan dan diliputi rasa putus asa. Dia bunuh diri dengan memakan apel beracun sebelum tidur, kisah bak putri salju yang amat dia sukai.

Turing dan Komputer Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/biography/1950056-turing-dan-komputer/

Sunday, November 22, 2009

Curie & Radioaktivitas

by Paul Strathern
Penerbit: Erlangga (2002)

Curie dan Radioaktivitas

Summary by:zo_tiger05
Mungkin banyak yang mengira bahwa kehidupan yang dijalani hanya dengan membaca, belajar, dan bekerja adalah membosankan. Namun tidak bagi Marie Curie, disitulah gairah hidupnya. Terlahir sebagai Maria Sklodowska dan hidup pada masa-masa sulit di Polandia (saat pendudukan Rusia). Dalam perjalanannya, Maria turut bergabung dengan para pejuang Polandia dan mengajar di ‘Universitas Gratis’, namun tidak hanya itu, Maria terus mengembangkan pengetahuannya hingga menemukan bidang dan tujuan hidupnya, yakni Sains. Dalam upaya untuk melanjutkan studinya ke Paris, dia membuat perjanjian dengan saudarinya, Bronia. Maria akan bekerja dan membiayai studi Bronia di Paris dan Bronia juga akan melakukan hal yang sama setelah lulus. Dan saat menunggu kesempatan ini, fokus Maria sempat terganggu dengan kegagalan cintanya, namun itu tak berlangsung lama. Marie (panggilan Maria setelah berganti nama), seorang ‘wanita’ yang termasuk langka di dunia studinya, telah siap belajar di Paris, memilih tempat tinggal murah, surganya para mahasiswa jenius yang kelaparan. Kehidupan sehari-hari diisi dengan rutinitas kuliah, bereksperimen, dan belajar hingga larut malam. Namun hal itu terbayar dengan prestasi akademiknya. Pertemuannya dengan Piere curie pun terbilang unik, mereka dipertemukan oleh ilmu pengetahuan, dan dikenal sebagai pasangan ilmuwan sejati. Pasangan ini akhirnya memperoleh nobel atas kerja kerasnya di bidang fisika atas radioaktif tahun 1903. Namun sayang, Piere tewas beberapa tahun kemudian. Ketekunan dan kekerasan hati Marie tak membuatnya menyerah, beliau terus bereksperimen. Marie menerima hadiah nobel keduanya pada bidang kimia tahun 1911, atas jasanya bersama Piere menemukan polonium dan radium. Tak berlangsung lama setelah itu, skandal percintaannya dengan teman bereksperimennya terungkap ke pers, sehingga Komite Nobel memaksa Marie menyerahkan kembali hadiah nobel yang telah dia terima. Namun Marie menolak secara tegas.
Dan… kalau mau tahu kisah selengkapnya, silakan baca saja ya… hehe.

Curie dan Radioaktivitas Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/1948482-curie-dan-radioaktivitas/

Saturday, October 17, 2009

Batu, Bayangan, dan Kelelawar..

-Ini hanya sekedar tulisan saja-

Ada sebuah kisah sesosok batu yang menganggap dirinya sebagai kelelawar. Entah kenapa si batu tak pernah ingin tidur, dia takut tidur. Tidur adalah peristiwa yang membuatnya takut untuk bangun. Dia takut.. bila terbangun nanti waktu akan berlalu teramat cepat. Batu itu hanya tidur saat dia benar-benar tak kuat lagi. Memang apa yang sedang dilakukannya? kenapa dia jadi seperti itu?

Sejak kecil, batu seringkali merasa berbeda dengan batu lainnya. Dia tak pernah tahu harus dikelompokkan pada jenis batu apa. Apakah batu yang hilang? batu itupun diam. Memori terdini yang bisa diingatnya adalah peristiwa saat si batu dibawa seseorang dalam kehidupan manusia adalah saat usia batu 2 atau 3. Dia masih mengingat beberapa kisahnya itu, meski tak utuh. Si batu kecil mulai memperhatikan sekelilingnya, berpikir tentang sesuatu, dan dia merasa ada yang lain, dia tak sama. Kehidupan baru menuntunnya untuk mulai berpetualang, yang saat itu masih asing. Dalam petualangannya, terkadang batu terharu dan menangis tanpa ada yang tahu. Mau tak mau si batu kecil harus mulai mengenal keberadaannya, sekitarnya, karena dia akan hidup disana dalam waktu yang lama.

Seiring berjalannya waktu, si batu kecil mulai lupa, perlahan dia berubah menjadi serpihan dan hilang. Entah apa yang harus diidentikan dengan serpihan ini, mungkin bayangan batu. Bayangan batu ini berubah seolah-olah dialah batu itu sendiri, padahal bayangan itu tak mengenalnya. Bayangan ini teramat dominan hingga menyingkirkan batu dan menguncinya.

Selama bayangan ini berkuasa, dia tak pernah memikirkan apa-apa, hidup hanya berjalan begitu saja, hingga sang bayangan mulai kehilangan roh kebatuannya. Bayanganpun menjadi limbung dan kebingungan saat dia harus pergi ke tempat asing sekali lagi. Bayangan ini ingin sekali lari, namun jika dia pergi lalu siapa yang akan mengisi tempatnya. Dia sudah lupa dimana batu sesungguhnya berada, dimana kuncinya. Akhirnya bayangan ini lama-kelamaan mulai luluh dan bertahan hidup, hidup di tempat yang sudah lama dia diami namun tak pernah tahu siapa dirinya, dia hidup disekeliling orang-orang yang seolah-olah mengenalnya. Bayangan ini tak bisa begitu saja berteriak bahwa kalian salah, kalian tidak mengenalku, namun bila demikian halnya maka bayanganpun tak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah menghilangnya si empunya tempat. Perlahan.. bayangan sedikit demi sedikit mulai memudar, dia mulai mempertanyakan tentang arti kehidupan, Tuhan, kemunafikan, tapi dia alpha.. alias lupa bahwa batu yang asli masih terus berusaha menolongnya dengan berdoa.

Bayangan rapuh itupun mulai menginjak remaja dan terjebak dalam rutinitas yang sering membuatnya tak nyaman. Pertanyaan mengenai keberadaannya membuatnya tak bisa berkonsentrasi pada tujuan hidupnya, kenapa pikirannya tak pernah sama dengan sekelilingnya. Bayangan itupun makin tak jelas, hingga akhirnya hilang. Tempat itupun kosong, entah siapa yang mendiaminya, tak ada yang tahu. Selama beberapa waktu, sosok yang tak dikenal itu membuat tempat itu masih ada, menunggu batu yang sesungguhnya datang kembali.

............
Ada sebuah peristiwa luar biasa. Bayangan itu terkejut, dia ada di tempat itu lagi. Diapun memandang sekeliling, segalanya telah berubah. Ini dimana? Wajah-wajah itu, dia mengenalnya..meski telah banyak yang berubah, namun ada pula yang menghilang. Hilangnya sosok yang pernah dikenalnya membuatnya amat terpukul karena dia terlambat, datang pada saat wajah yang dikenalnya telah pergi. Bayangan itupun berusaha mengingat apa yang bisa dia ingat, termasuk sisa-sisa peninggalan milik 'sosok yang tak dikenal' sebelum dia kembali. Ternyata amat sangat sedikit sekali dan tak utuh. Bayangan itu berdoa pada-Nya, bertanya pada-Nya, berharap bisa mengembalikan batu ke tempatnya.

Bayangan mulai membelah diri, salah satunya melakukan proses pencarian, sedangkan yang lainnya menjalankan rutinitas kehidupan. Ketika banyak pihak menggurui baik secara bijak maupun tidak, bayangan yang sedang melakukan pencarianpun datang menemani bayangan yang sedang bertugas dalam rutinitas. Bayangan 'pencarian' berusaha sebaik mungkin mengendalikan bayangan 'rutinitas' agar tidak terpicu emosi sesaat dan mengambil sisi positifnya.

Bayangan 'pencarian' membuatnya tenang dan berpikir lebih mendalam, sedangkan bayangan 'rutinitas' terkadang lebih dikendalikan emosi. Bisa dibilang bayangan 'rutinitas' seringkali membahayakan hidupnya, namun bayangan 'pencarian' mendinginkannya. Saat keseimbangan itu datang, bayangan itu merasa bahagia, apapun yang terjadi, apapun yang dikatakan orang lain, apapun yang diperbuat orang lain pada dirinya.

Bayangan merasakan hawa kebebasan dimana dia bisa tersenyum dan menghirup udara segar dimanapun berada, bayangan merasakan momen yang amat luar biasa saat malam hari. Selama kurang lebih satu tahun, bayangan utuh itu merasakan kenyamanan luar biasa dengan hawa malam. Bayangan menyukai lukisan, bayangan menyukai coretan-coretan pinsil, bayangan menyukai sapuan-sapuan cat air, bayangan menyukai lem kayu untuk menempel sesuatu, menulis, bahkan bayangan amat menyukai menyentuh rembesan hujan di dinding kamar. Meski terkadang, bayangan itu takut dengan tangannya karena dia pernah bermasalah dengan itu. Bayangan.. menyukai dunianya saat itu, menghabiskan malam dengan menggambar, menggoreskan sesuatu. Bayangan menyelami pendidikan di malam hari, pulang dengan ditemani bintang malam, berjalan sendiri.. menahan dinginnya angin malam. Bayangan tidak pernah merasa takut saat melewati jalanan malam yang suram, dia menyukai cahaya bulan. Bahkan saat di tempat ramai sekalipun, saat duduk di angkutan kota, dia memandang sekeliling, wajah-wajah kelelahan itu, dan bertanya.. "Apakah kalian tidak merasakan hawa malam ini sejuk? Apa kalian tak merasa nyaman dengan dinginnya malam? Tapi wajah kalian lelah sekali..mungkinkah karena itu kalian sulit tersenyum pada gelap, karena kalian ingin cepat sampai rumah dan tidur."

Bayangan memang menyukai malam, namun bayangan tak pernah melakukan hal negatif yang orang-orang sering identikkan, karena bayangan amat menghargai sunyinya malam hari, yang memberinya ketenangan, saat tak banyak hiruk-pikuk, saat tak ada suara bising, saat tak ada amarah. Sunyi senyap, bayanganpun mulai mencoretkan pinsil pada selembar kertas yang dilebarkannya pada sebuah meja gambar di kamar yang jarang ditempati, diselingi alunan musik kesukaannya, menghabiskan malam hingga habis tenaga... karena bayangan membenci dunia siang, karena siang.. membuatnya sesak, banyak amarah dan emosi sebagaimana layaknya manusia.

Bayangan 'pencarian' mulai berpikir.. tak dapat bertahan terus seperti ini, berlindung di malam hari. Bayanganpun mulai melupakan tangannya, bahkan jauh sebelum itu bayangan membuang hasil-hasil gambarnya yang terkena rembesan hujan, kumpulan gambar yang pernah dibuatnya sambil tersenyum. Bayangan memutuskan untuk melupakan tangannya, mengecat ulang kamarnya, menghapus amarahnya pada dinding, menggulung kertas-kertas, menumpuknya entah kemana. Dan bayangan memutuskan untuk pergi sekali lagi, namun atas kehendaknya sendiri.

.............
Di tempat asing itu, bayangan memperhatikan sekeliling. Sama seperti kejadian terdahulunya.. bayangan menghilang, membenamkan diri dalam bumi, digantikan sosok yang tak dikenal. Bayangan menunggu terjadinya peristiwa luar biasa untuk muncul kembali. Dia menunggu sosok yang tak dikenal itu dalam keadaan hampir mati karena bertahan hidup. Bayangan memeluk sosok itu dan membenamkan diri pada tempat yang sama. Kali ini bayangan 'pencarian' hadir lebih kuat dari biasanya. Bayangan 'pencarian' ini membantu tempat ini terus bertahan, karena bayangan 'pencarian' yakin pada-Nya bahwa batu akan kembali suatu saat nanti dalam keadaan lebih kuat. Bayangan ini terus berdoa pada-Nya dan berusaha terjaga. Mungkin bayangan ini terlihat rapuh di luar, namun di dalam.. bayangan berupaya agar tidak hilang lagi, karena bayangan tak ingin tempat ini hilang untuk selamanya, begitu saja.. karena dia teringat pada si batu kecil yang telah dia singkirkan, dia menyesal telah menyingkirkan si batu kecil hanya karena batu ini berbeda.

Bayangan 'pencarian' mulai bertanya pada sekeliling, tentang siapa, apa, kenapa. Namun bayangan ini kesulitan menemukan jawabannya. Bayangan pun diam dan bertanya, bercerita dengan-Nya, mengharap-Nya. Meski tak selalu mendapat jawabannya, namun harapan itu akan selalu ada. Jika bayangan 'pencarian' ini lelah, maka bayangan 'rutinitas' menggantikannya, begitu terus menerus, tak pernah tahu kapan akan berakhir. Ini seperti looping tiada akhir.

Bayangan kelelahan itu mulai tampak, ditambah lagi dia sudah lama tak pernah menikmati sejuknya malam hari. Bayangan telah membuang banyak waktu yang diberikan padanya.. anggap saja itu sia-sia, karena dia terjebak rutinitas yang tidak efektif, lupa akan harapan si batu kecil. Bayangan mulai jenuh dengan melakukan 'pencarian' di luar dan tanpa disengaja..bayangan kembali mencari si batu kecil dari tempat yang berbeda dari biasanya. Dia menemukannya.. saat malam hari, sesosok kelelawar. Kelelawar menawarkan diri untuk memapah bayangan ke tempat lain, agar beristirahat, dan menggantikan tempatnya. Kelelawar ini akhirnya berhasil untuk melepaskan penat yang dipikul bayangan, namun dengan catatan.. kelelawar ini tak pernah tidur atau dengan kata lain tidak suka tidur. Dia benci bila harus tidur, karena bila terbangun nanti.. kelelawar seringkali lupa berbagai hal yang pernah dia kerjakan sebelumnya. Kelelawar ini hanya akan tidur saat benar-benar tak kuat lagi. Kelelawar ini amat takut dengan hilangnya waktu untuk tidur, karena waktu benar-benar tak cukup.

Disini kelelawar menemukan sesuatu, sesuatunya yang amat disukainya, sama seperti ketika dia merasakan atmosfir kebebasan saat masih menggunakan tanggannya untuk menggoreskan sesuatu. Namun.. kelelawar merasa selalu kehabisan waktu untuk mempelajarinya, kelelawar selalu merasa amat lambat dan terlambat. "Sudah tidak ada waktu lagi" hingga akhirnya kelelawar itu jatuh dari pohon. Pohonnya telah kering, kelelawar itupun menangis bahwa sudah tak ada harapan lagi, dia merasa telah mengecewakan bayangan yang sedang memandangnya sayu. Kelelawar merasa kalah, bayanganpun demikian.. keduanya kelelahan saat waktu terus tersenyum ceria meninggalkan mereka. Kelelawar dan bayangan tak punya siapa-siapa lagi, tak ada yang membantunya untuk bangun. Kalaupun ada, maka kelelawar dan bayangan harus berpisah untuk selama-lamanya, dengan demikian tempat itu akan kosong dan diisi oleh sosok tak dikenal untuk terakhir kalinya. Dalam artian.. si batu kecil takkan pernah dapat ditemukan kembali, bayangan akan hilang selamanya, dan kelelawar menyatu dengan hembusan angin malam dan lenyap. Sosok tak dikenal ini akan menjadi orang lain seperti orang kebanyakan, hidup dengan rutinitas yang tidak membahagiakan, mengeluh tanpa ada solusi, stagnan, tidak bebas, selalu terjebak opini, abangan, materialistis, hingga akhirnya hidup tanpa cita-cita dan menganggap harapan hanyalah mimpi di malam hari.

Kelelawar dan bayangan saling memandang dari kejauhan, bersiap untuk pergi.
Tempat kosong itu tengah dibersihkan sosok tak dikenal agar tidak ada sisa-sisa penghuni sebelumnya. Namun apa itu? tempat itu telah rapuh pula. Sosok tak kenal itupun terjerembab masuk ke dalam sebuah lubang. Sosok itu menemukan serpihan batu kecil yang cantik disana dan memutuskan untuk membawanya serta. Sayang sekali, bayangan dan kelelawar telah jauh pergi, padahal ini adalah salah satu serpihan si batu kecil yang telah lama hilang. Sosok tak dikenal itupun luluh pada perjuangan bayangan mencari batu dan kekerashatian sang kelelawar menolong bayangan. Sosok tak dikenal inipun mulai merubah haluannya, dia mulai mempercayai bahwa cita-cita dan harapan itu memang benar ada, dan untuk mencapainya tak selalu melewati jalan mulus. Selama kita terus berusaha dan atas ijin-Nya-lah maka hak itu dapat menjadi kenyataan. Tinggal seberapa keras usaha yang dilakukan, pantang menyerah, dan percaya pada diri sendiri akan membuat diri lebih kuat. Sosok itu hampir saja meneteskan air mata, namun serpihan batu itu mencegahnya. Karena serpihan batu itu masih mengandung memori si batu kecil puluhan tahun lalu dan menunjukkan daya tahannya yang luar biasa. Serpihan batu itu tak pernah menangis, yang membuatnya bisa menangis adalah perasaan yang dimiliki bayangan. Kenapa serpihan itu tak pernah menangis? Karena bila menangis maka air itu bisa menghancurkannya menjadi serpihan kecil lagi hingga sulit menyatukannya kembali.

Kini, sosok tak dikenal itu berjanji akan mencari serpihan kecil lainnya yang tersebar entah dimana di dalam kehidupan ini. Selain itu, sosok ini akan mencari bayangan dan kelelawar. Hanya bayanganlah yang dapat menyatukan keseluruhan serpihan baru secara lebih kuat, karena bayangan ini juga merupakan bagian dari serpihan yang telah introspeksi. Lalu bagaimana dengan kelelawar? kelelawar adalah semangat pantang menyerah yang muncul dari kerapuhan bayangan, meskipun seringkali muncul di malam hari, kelelawar adalah spirit, dan saat kemunculan kelelawarlah.. harapan dan cita-cita itu muncul kembali. Jika kesemuanya bersatu, maka yang akan terbentuk adalah kesetimbangan. Termasuk sosok yang tak dikenal, karena bagaimanapun juga.. manusia itu tak ada yang sempurna, sosok yang tak dikenal inilah yang secara tidak langsung membuat dekat dengan-Nya. Karenanya batu, bayangan, dan kelelawar dapat disatukan oleh sosok yang tak dikenal, atas ijin-Nya.

Sekarang.. sosok tak dikenal itu tengah mencari serpihan-serpihan batu, bayangan, dan kelelawar.
Baru beberapa serpihan kecil saja dan kelelawar yang ditemukan.
Sedang dicari, serpihan-serpihan batu lainnya dan bayangan dalam kehidupan ini.

Monday, September 14, 2009

Pada akhirnya.. aku bisa jatuh cinta pada sesuatu.. di titik akhir

Aku sulit jatuh cinta & tidak bisa jatuh cinta. Karena aku sekeras batu & terus mencari sesuatu.

Mungkin banyak yang mengalami ini.. mencari sesuatu yang kamu sukai saat mengerjakannya. Dan saat kamu mulai menemukannya, seakan orang-orang disekitarmu ingin menjadikanmu orang lain. Dan akhirnya dilema itu muncul, apakah aku harus menjadikannya titik akhir.. atau titik awal. Menjadi diri sendiri atau orang lain, meskipun untuk menjadi diri sendiri itu harus belajar ekstra 24-25 7-8.. Aku menunggu dilema ini ada jawabannya. Amien.

Wednesday, January 21, 2009

Yes we can - Yes I can! && We will not go down - I will not go down

Tentang konflik di Gaza-Palestina,
tentang pelantikan Barack Hussein Obama sebagai presiden AS ke 44.
Kata-kata dan berbagai macam uraian serta opini telah dikeluarkan oleh banyak pihak,
baik negatif -positif, pesimis -optimis.

Aku mengambil hikmah dan pesan penting dari ini: Yes I can & I will not go down.

WE WILL NOT GO DOWN

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright: Januari 2009
http://www.michaelheart.com/Song_for_Gaza.html

Tentang Michael Heart:

http://www.michaelheart.com
http://www.kapanlagi.com/h/0000271544.html

Thursday, January 15, 2009

From Cat Stevens to Yusuf Islam


From Cat Stevens to Yusuf Islam

Summary by:zo_tiger05
Aku tertarik dengan buku ini karena kisah pencarian Cat Stevens akan jati dirinya.
Karena akupun demikian, mencari... entah apa yang sedang aku pikirkan dan lalui, hanya hatiku dan Tuhan yang tahu.
   Mungkin tidak banyak yang mengenal Yusuf Islam, tapi bagaimana dengan Cat Stevens? Ya, dia adalah seorang superstar musik dunia di era 60 dan 70-an.
   Buku ini menceritakan kisah perjalanan spiritualnya, meninggalkan dunia gemerlap untuk menjadi muslim. Perjalanan yang dilaluinya berliku, mulai dari tuduhan-tuduhan tidak jelas dari kalangan media hingga sempat dituduh memiliki kaitan dengan terorisme, padahal yang dia lakukan tak lain hanyalah melakukan kebaikan dan kegiatan kemanusiaan. Tuduhan yang tidak masuk akal!
   Selain kisah-kisah lain, kisah pencariannyalah yang membuatku semakin mencari...
   Ada sebuah lagu yang menarik perhatianku, aku belum pernah mendengarnya. Namun kata-kata dalam lagu itulah yang membuatku... (biar aku simpan saja lanjutan kata-katanya), "The view from the top can be.. so very lonely" 

From Cat Stevens to Yusuf Islam Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/biography/1967806-cat-stevens-yusuf-islam/

The view from the top can be oh so very lonely
and you can be missing such a lot that could be yours

Why can't I stop forgetting myself?
Why am I always trying to be like somebody else
Why can't I love you?
Why bother flying high above you
I know where you are

The view from the top can be oh so very lonely
and you can be missin' such a lot that could be yours

And who's going to miss me?
there'll only be myself to blame
you know I'd love to hold you tight
and love you all the night
but I don't even know ...my name

Why can't I stop forgetting myself?
Why am I always trying to be like somebody else?
Why can't I love you?
Why bother flying high above you
I know where you are

The view from the top can be oh so very lonely
and you can be missin' such a lot that could be yours


lagu milik Cat Stevens (sekarang Yusuf Islam)
sumber: From Cat Stevens to Yusuf Islam (Mizania, 2008)

Saturday, November 8, 2008

Russel Crowe


sumber :
Film-film Russel Crowe yang kusuka diantaranya: A Beautiful Mind dan Master and Commander

23.08.08 (Dinner with Andi F.Noya)